MENGEVALUASI POTENSI DAN PELUANG EKSPOR

 

Konsep Keunggulan Kompetitif

Pengertian keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) merupakan kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Perusahaan yang kompetitif biasanya memiliki satu atau lebih karakteristik seperti Profitabilitas dan laba atas investasi modal (ROIC) lebih tinggi daripada rata-rata pesaing, Ekuitas merek yang kuat, Loyalitas pelanggan yang tinggi, Menawarkan produk-produk berkualitas tinggi, Jaringan distribusi yang luas dan efektif, Inovatif dan unggul dalam kekayaan intelektual, dan lainnya. keunggulan kompetitif harus dimiliki oleh setiap perusahaan agar bisa mendominasikan dalam persaingan dan bisa mengatasi stagnansi dalam bisnis. Terdapat dua teori dasar dari keunggulan kompetitif, diantaranya sebagai berikut:

  1. Teori biaya rendah

Teori didasarkan dengan adanya penetapan dari harga atau proses produksi yang menyebabkan biaya lebih rendah daripada proses produksi pesaing lainnya.. Contohnya maskapai penerbangan Air Asia, Lion Air yang mampu memberikan harga paling murah dan paket diskon termurah daripada maskapai penerbangan lainnya.

  1. Teori diferensiasi produk

Teori ini mendasari adanya pengembangan atas fungsi atau manfaat yang unik dari produk yang selama ini diproduksi dan sangat berbeda dengan produk dari pesaing. Contohnya mobil Mercedes yang menawarkan kenyaman dalam berkendara, teknologi baru dan kebanggaan tersendiri saat menggunakan mobil jenis Mercedes

Ciri-Ciri Pasar Potensi dengan Pendekatan Permintaan dan Penawaran

1.      Pendekatan Permintaan

Satu cara terbaik untuk dapat mengetahui kondisi maupun potensi yang dimiliki pangsa pasar tertentu adalah dengan melakukan pendekatan permintaan. Metode ini menekankan mengenai kebutuhan manusia yang hingga kini masih belum dapat terpenuhi sepenuhnya atau mungkin ada yang telah terpenuhi tapi hasilnya kurang memuaskan. Sebagai contoh, masyarakat yang berada dalam wilayah pedesaan banyak yang pergi menuju kota hanya untuk membeli pakaian. Bisa diartikan jika masyarakat desa mungkin tak memperoleh pakaian yang sesuai dengan selera mereka di desa atau tidak dapat menemukannya di wilayah mereka. Melalui pendekatan dan pengamatan ini, maka diperoleh kesimpulan jika desa merupakan sebuah peluang usaha yang bagus untuk membangun bisnis pakaian yang sesuai dengan selera mereka sekaligus harganya pun berbeda dengan harga pakaian di kota. Kita bisa mengetahui permintaan itu dari total kebutuhan, jumlah konsumen serta target pasarnya.

2.      Pendekatan penawaran

Untuk pendekatan penawaran ini berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan baik itu jasa maupun produk dan aktivitas lainnya. Dari sinilah kita akan mulai mencari pasar yang membutuhkannya. Disini kita harus memahami betul keinginan maupun tren yang sedang berlaku di masyarakat. Sebelum melakukan sebuah bisnis, maka sebaiknya kita mengetahui apakah daya beli masyarakat terhadap bisnis kita akan sejalan? Apakah mereka mampu membelinya? Bagaimana kualitas produk kita dengan yang jenis produk sejenis? Apa yang menjadi kelebihan dari bisnis kita dan sebagainya. Hal itulah yang harus kita lakukan dan pahami dengan benar sehingga mampu dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan usaha. Dengan melakukan pendekatan ini, maka secara tidak langsung kita akan mengetahui tingkat pesaing lainnya tersebut.

Ciri-Ciri dan Teknis menentukan Ceruk Pasar

Ceruk pasar, pasar ceruk, atau niche market merupakan segmen kecil dari sebuah pasar yang lebih spesifik dg pesaing yg lebih sedikit. Segmen dari pasar ini berupa sekelompok konsumen dg karakteristik yg serupa.

Ciri-ciri Ceruk Pasar:

1.      Bagian kecil dari keseluruhan pasar

2.      Perusahaan melayani kebutuhan konsumen secara spesifik (berbeda dengan pelanggan pada umumnya)

3.      Skala ekonomi yanh rendah akibat ukuran pasar yg relatif kecil (sehingha perusahan sulit untuk mengambil keuntungan yang tinggi dengan meningkatkan volume penjualan)

4.      Biasanya mengandalkan pemasaran terdiferensiasi (pemasaran yg berbeda dengan yang lain) untuk mendapatkan keuntungan. 

Teknik untuk menentukan ceruk pasar:

1.      Menemukan keunggulan dan daya tarik produk

2.      Melakukan riset untuk mengetahui pasar

3.      Mengetahui target secara mendalam

4.      Menyelesaikan permasalahan pelanggan

5.      Memilih target segmen pasar dan selalu melakukan evaluasi

6.      Memikirkan cara penyebaran informasi/berita terkait usaha yg dijalankan

7.      Melakukan investasi dalam periklanan ppc (pay per click)

8.      Terbuka untuk peluang baru

9.      Mendengarkan konsumen.

Ciri-ciri produk yang marketable untuk ekspor

1.      Barang dapat diperjualbelikan dalam jumlah besar.

2.      Barang mudah diganti dengan tidak mengubah kualitas.

3.      Barang laku di pasar nasional maupun internasional.

4.      Persediaan barang cukup dan pengadaannya secara berkala

5.      Barang sudah ditetapkan dengan keputusan menteri.

 

 

Komentar