Bauran Pemasaran Promosi

 

Bauran Pemasaran Promosi

Promosi atau Promotion merupakan salah satu elemen dari Bauran Pemasaran (Marketing Mix) yaitu Produk, Harga, Tempat dan Promosi. Promosi ini pada umumnya dapat berbentuk iklan, siaran pers, pemberian diskon, perlombaaan, sponsor ataupun pemberian bonus tambahan dan lain-lainnya. Tujuan utama promosi adalah memberikan informasi (Information), mengingatkan (reminder) dan  mempengaruhi (persuasive) calon pembeli atau pelanggan (konsumen) agar dapat meningkatkan penjualan produk dan layanan perusahaan yang melakukan promosi tersebut.

 

Bentuk-bentuk promosi

a.    Periklanan

Periklanan merupakan komunikasi atau pesan-pesan penjualan yang dilakukan oleh perusahaan melalui sponsor atau lembaga lain di luar perusahaan dengan mengeluarkan sejumlah biaya. Iklan dapat dikatakan sebagai nonpersonal selling, karena penjualan tidak dilakukan secara langsung oleh seorang penjual. Iklan atau advertensi merupakan cara penyajian cetakan, tulisan kata-kata, gambar atau menggunakan orang, produk atau jasa yang dilakukan oleh suatu lembaga (perusahaan iklan) dengan maksud untuk mempengaruhi dan meningkatkan penjualan, meningkatkan pemakaian atau memperoleh suara, dukungan atau pendapat.

Periklanan membutuhkan biaya yang amat mahal, tetapi di satu sisi dapat dipakai demi membangun citra jangka panjang untuk suatu produk. Di sisi lain, periklanan dapat mendongkrak penjualan dengan cepat. Periklanan juga mempunyaibeberapa kelemahan. Walaupun dapat menjangkau banyak orang dengan cepat,periklanan tidak menyertakan manusia dan tidak dapat membujuk seperti wiraniaga. Pada umumnya periklanan hanya dapat menyampaikan komunikasi satu arah dengan para pemirsanya, dan pemirsa tidak merasa harus memperhatikan atau memberi reaksi. Iklan memiliki ciri-ciri presentasi publik, daya serap tinggi, ungkapan yang diperbesar dan tidak pribadi.

b.    Personal Selling

Menurut Kotler (2000), personal selling adalah penyajian atau presentasi pribadi oleh tenaga penjual perusahaan dengan tujuan menjual dan membina hubungan dengan pelanggan”. Menurut Tjiptono (2004), personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian mencoba membelinya.

c.    Public Relation

Public relation adalah upaya perusahaan untuk mendukung, membina citra perusahaan yang baik, dan menangani atau menangkal isu, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan perusahaan yang dilakukan melalui pembinaan hubungan dengan masyarakat (Kotler, 2000). Public relation adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang atau jasa secara non personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu (Tjiptono,2004). Public relation merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan. Dibandingkan dengan iklan, public relation mempunyai kredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan.

d.    Pameran dagang

Sebuah pameran dagang atau expo adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka.

e.    in-house promotion

Kegiatan promosi yang dilakukan secara internal dalam suatu perusahaan.

f.     Familiarization

Familiarization merupakan tahapan pengenalan produk dalam upaya menawarkan produk yang dijual kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung.

g.    Signage

Signage merupakan bentuk promosi yang dilakukan dengan memanfaatkan papan informasi yang berada dipinggir jalanan dimana infromasi yang tersaji berupa produk, harga, dan nilai keunggulan dari suatu produk yang ditawarkan.

h.    Tampilan (display)

merupakan suatu bentuk promosi yang dilakukan seseorang melalui sebuah media berupa layar atau monitor baik dari gadget maupun media televisi.

 

Pemilihan media iklan

Berikut beberpa tips yang bisa Anda lakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif

1. Menentukan budget

2. Menentukan segmen pasar

3. Menentukan materi iklan

4. Menentukan media offline adan online atau keduanya

5. Gunakan bantuan jasa advertisement jika mengalami kesulitas dalam memilih online atau offline.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi

1.    Tujuan periklanan 

Dari beberapa tujuan periklanan yang ada, misalnya perusahaan mengutamakan kecepatan sampainya berita kepada masyarakat / pasar. Untuk mencapai tujuan tersebut akan lebih tepat apabila perusahaan menggunakan surat kabar / radio sebagai media periklanannya. 

2.    Sirkulasi media 

Sirkulasi media yang dipakai harus sesuai / seluas pola distribusi produknya, baik distribusi secara geografis maupun distribusi pada segmen dasar yang dituju. 

3.    Keperluan media 

Adapun beberapa produk yang dalam periklanannya perlu disertai dengan gambar, tidak hanya berbentuk tulisan. Jadi berita yang harus disampaikan dirangkai dengan gambar. Media-media yang dipakai / dipilih adalah surat kabar, majalah, televisi, slide di bioskop, buletin dan lain sebagainya.

4.    Siklus hidup produk.

Misalnya, selama tahap pendahuluan, perusahaan mengadopsi periklanan intensif dan penjualan pribadi untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran produk. Setelah konsumen sadar, perusahan mungkin akan lebih fokus pada iklan.

5.    Jumlah dana yang digunakan untuk melakukan promosi.

Seperti dalam hal ini adalah perusahaan yang memiliki jumlah dana yang lebih besar dalam melakukan kegiatan promosi, maka promosi tersebut akan menjadi lebih efektif bagi usaha yang memiliki sumber dana yang terbilang terbatas.

 

Strategi promosi dengan melihat siklus hidup produk

1.    Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming)

Rapid skimming adalah peluncuran (launching) produk baru dengan harga dan level promosi yang tinggi. Strategi ini dapat diterapkan dengan asumsi sebagian besar target pasar Anda tidak menyadari produk tersebut, harga yang diminta, brand Anda menghadapi persaingan potensial, dan untuk membangun merek.

2.    Strategi Peluncuran Lambat (Slow Skimming)

Slow skimming adalah peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi yang dilakukan. Strategi ini dapat diterapkan dengan asumsi ukuran pasar terbatas, sebagian besar target pasar mengenali produk Anda, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.

3.    Strategi Penetrasi Cepat (Rapid-Penetration)

Rapid-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi yang besar. Strategi ini cocok digunakan dengan asumsi target pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, adanya persaingan yang kuat, dan biaya produksi yang akan menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.

4.    Strategi Penetrasi Lambat (Slow-Penetration)

Slow-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi yang juga rendah. Gunakan strategi ini dengan asumsi target pasar luas, memiliki kepekaan terhadap harga yang tinggi, dan terdapat beberapa persaingan potensial.

 

 

Komentar