Budidaya Tanaman Cabai

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Selamat datang di blog saya Shohibul Hikam, kali ini saya akan mengulas langkah-langkah dalam melakukan usaha budidaya tanaman cabai, untuk lebih lanjut jelasnya silahkan dibaca…

Budidaya Tanaman Cabai


Tanaman cabai adalah tumbuh-tumbuhan perdu yang berkayu, dan buahnya berasa pedas yang disebabkan oleh kandungan kapsaisin. Saat ini cabai menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat, baik masyarakat local maupun internasional. Setiap harinya permintaan akan cabai, semakin bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk diberbagai negara. Budidaya ini menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan, bukan hanya untuk pasar local saja namun juga berpeluang untuk memenuhi pasar ekspor.

Langsung saja langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Pilih lokasi penanaman yang ideal
a.    Jenis tanah dan curah hujan
Tanah yang ideal untuk menanam cabai harus mengandung setidaknya 1.5% bahan organik. Selain itu, tanah juga harus memiliki dreinase dan aerasi yang baik. Curah hujan sekitar 600-1200 mm/tahun merupakan curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman cabai. Tanaman cabai juga memerlukan dukungan intensitas cahaya untuk berproduksi secara optimal.
b.    Tingkat keasaman tanah
Tingkah keasaman (pH) tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Tingkat keasaman yang baik untuk budidaya cabai berkisar 5,5-6,8 dengan pH optimal 6,0-6,5.
c.     Ketersediaan air
Ketersediaan air menjadi salah satu syarat utama dalam budidaya cabai. Lahan yang ideal ialah lahan dengan ketersediaan air yang cukup atau dekat dengan sumber air, seperti air tanah, sungai, atau bendungan.
     2. Lakukan sesuai dengan prosedur
a.    Waktu terbaik bertanam cabai
Sebelum mulai bertanam, perhitungkanlah waktu tanam dan masa tanam yang akan dilalui. Pada bulan April hingga September dapat dimanfaatkan untuk menanam cabai secara optimal, asalkan tersedia cukup air. Karena pada saat itu terjadi musim kemarau.
b.    Lakukan penyemaian yang tepat, hasilkan bibit yang sehat
-          Persyaratan lahan pembibitan
Sekitar 1,5 bulan sebelum melakukan penanaman di lahan, benih cabai harus disemai terlebih dahulu. Lahan pembibitan setidaknya 0,5% dari luas lahan penanaman.
-          Pembuatan naungan
Naungan berfungsi seperti rumah untuk melindungi bibit dari terpaan hujan dan sinar matahari yang berlebihan.
c.     Pengolahan tanah
Pengolahan lahan terdiri dari membajak dan menghaluskan tanah serta membuat bedengan. Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna dengan membersihkan lahan dari bekas tanaman lama dan segala macam gulma yang tumbuh.
d.    Pemupukan dasar
Pemupukan dasar yang diberikan sebelum cabai ditanam di lahan adalah pupuk organic dan anorganik.
e.    Pemasangan mulsa
Penggunaan mulsa sangat diperlukan dalam budidaya cabai secara intensif, terutama mulsa plastic hitam perak. Warna hitam mampu menjaga tanah tetap gembur, menekan pertumbuhan gulma, menjaga kestabilan suhu, dan kelembapan tanah. Sementara warna perak mampu memantulkan cahaya metahari sehingga mengurangai serangan hama apid, thrips, dan tungau serta meningkatkan kualitas buah.
f.      Memindah tanam bibit
Proses pemindahan bibit sebaiknya dilakukakan pagi sebelum pukul 09.00 atau sore setelah pukul 15.30. pilih bibit yang sudah berusia 5-6 minggu.
     3. Lakukan pemeliharaan tanaman dengan seksama
a.    Pengairan
Lakukan pengairan atau penyiraman secara teratur. Pastikan jumlah air yang disiramkan ke tanaman cabai sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut, tidak bolek kurang atau lebih.
b.    Penyulaman
Lakukan penyulaman pada minggu awal, maksimum 2 minggu setelah pindah tanam, padasore hari agar bibit dapat mudah beradaptasi.
c.     Perempelan
Perempelan dilakukan dengan membuang tuans air dibawah cabang pertama dan bunga pertama yang keluar dari cabang pertama agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
d.    Pengajiran
Pasang penopang atau penguat berupa ajir sehingga tanaman dapat berdiri tegak dengan baik. Gunakan bamboo yang dibelah berukuran lebar 5 cm, tebal 2 cm, dan panjang 120-200 cm sebagai ajir.
e.    Pemupukan susulan
Lakukan pemupukan susulan, baik pupuk kocor maupun tabur, sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.

            Naahh kurang lebih penjelasan diatas tentang langkah-langkah budidaya cabai, semoga bermanfaat untuk teman-teman yang ingin memulai usaha budidaya tanaman cabai. Selamat mencoba dan selalu optimis yaa J

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarokatuh

Sumber :
Syukur, Muhamad. 2016. 8 Kiat Sukses Panen Cabai Sepanjang Musim. Jakarta : AgroMedia Pustaka.

Komentar

  1. Terimakasih atas informasi yang diberikan. Good job

    BalasHapus
  2. Masih ada yang typo sedikit tapi secara keseluruhan bagus isinya dan mudah dipahami

    BalasHapus
  3. Aku pengen komen, tapi Ndak tau mau komen apa🤣

    BalasHapus
  4. Makasih infonya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Ah she up. Bermanfaat sekali. Trimakasi :)

    BalasHapus
  6. Wahh keren sangat membantu dalam budidaya cabe cabean saya

    BalasHapus
  7. Mantapz kakak sangat berguna berharga dan berkualitas

    BalasHapus
  8. Wahh makasih infonya, menambah pengetahuan :)

    BalasHapus
  9. Terimakasih infonya, nambah pengetahuan saya bagaimana cara nanem vcabe yg baik dan benar

    BalasHapus
  10. Terimakasih informasinya, sangat bermanfaat utk para penanam cabai pemula maupun yang sudah biasa budidaya cabai karena budidaya cabai saat ini sudah banyak peminatnya.

    BalasHapus
  11. Informasi yang sangat membantu dan bermanfaat. Terima kasih, semoga bisa memberi informas yang lebih baik kedepannya.

    BalasHapus
  12. Nice. Sngat membantu bisa di praktekkan di desa saya.. makasih kak..

    BalasHapus
  13. Sangat bermanfaat bagi produksi cabai"an

    BalasHapus

Posting Komentar